Ekonomi
28/12/2008 - 20:31
Asteria
INILAH.COM, Jakarta – Ketegangan di Timur Tengah dan Asia Selatan memicu naiknya emas ke harga tertinggi, pekan lalu. Di penghujung tahun, daya tarik logam berharga itu kembali memikat investor sebagai investasi safe haven.
Kontrak emas bulan Februari naik US$ 23,20 (2.7%) dan ditutup di level US$ 871,20 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Sementara harga emas di pasar spot di London berakhir di level $ 868,20 per troy ounce-nya. Inilah persentase kenaikan terbesar untuk kontrak teraktif sejak 17 Desember.
Harga emas naik 4% sepanjang pekan lalu dan mencapai 6,4% bulan Desember ini. Faktor safe haven, pilihan investasi ketika ketegangan militer mengancam pasar valas, telah mendongkrak harga emas akhir-akhir ini.
Seperti diketahui, militan Palestina meluncurkan roket terbesar dan menyerang Israel setelah perjanjian gencatan senjata yang berlaku selama enam bulan, berakhir 19 Desember lalu. Israel pun membombardir Gaza dan menewaskan lebih dari 200 orang. Di Asia Selatan, tentara Pakistan dialihkan dari wilayah perbatasan Afganistan ke perbatasan India.
“Penjelasan yang paling masuk akal untuk kenaikan harga emas adalah ketegangan geopolitik di Gaza dan di India dan Pakistan,” ujar Leonard Kaplan, presiden Prospector Asset Management di Evanston, Illinois.
Sedangkan Menteri Luar Negeri India, Pranab Mukherjee, telah menekan Pakistan secara diplomatik agar menuntaskan serangan teroris yang terjadi di Mumbai, bulan lalu. Hal ini mengingat India adalah konsumen emas terbesar di dunia dengan pembelian lebih dari 20% tahun lalu.
Adapun harga minyak mentah mengalami reli 7,2%. Menurut data BP Plc yang dipublikasikan dalam review tahunan energi dunia setiap bulan Juni, Timur Tengah yaitu Israel, Palestina, dan Asia Selatan merupakan kawasan penting, karena bertanggung jawab terhadap 31% produksi minyak global tahun 2007.
“Harga emas dan minyak diprediksikan akan mencapai harga tertingginya tahun ini sejak terjadinya perang Arab-Israel tahun 1967 lalu,” ujar Ralph Preston, analis komoditas di Heritage West Financial Inc., San Diego.
Ron Goodis, direktur perdagangan ritel di Equidex Brokerage Group Inc. Closter, New Jersey mengatakan, harga emas yang mengalami kenaikan 4% tahun ini, merupakan satu-satunya logam dengan harga stabil setahun ini. Hal ini memikat investor yang sedang mencari tempat aman setelah dolar anjlok dan imbal hasil surat utang AS jangka pendek jatuh di bawah 0%.
“Emas menjadi investasi bagus bila dibandingkan suku bunga dan imbal hasil yang rendah. Ketika yang lain menjadi tidak aman, atau berimbal hasil sangat tidak menarik, emas menawarkan keuntungan yang signifikan,” ujar Goodis.
The Federal Reserve pada 16 Desember lalu telah memangkas suku bunga acuannya hingga mencapai 0,25% dari semula 1%. Padahal, suku bunga The Fed pada September 2007 masih di level 5,25%. Namun, secara bertahap dipotong seiring terjadinya resesi ekonomi.
Untuk ke depannya, harga emas diperkirakan masih akan cenderung bullish. Pada pertengahan September 2008, penambang emas besar dunia meramalkan bahwa produksi akan turun sampai 2,3% di tahun 2008 menjadi 2,422 ton, tingkat produksi terendah sejak tahun 1996. Selain itu, pada 20 November 2008 lalu, Dewan Emas Dunia (WGC) merilis bahwa permintaan terhadap emas dunia telah naik 18% di kuartal ketiga tahun ini dibandingkan setahun sebelumnya.
Di sisi lain sejumlah pengamat sempat memprediksi bahwa produksi emas dunia akan turun 3% di tahun 2008 dan lebih lanjut merosot 5% untuk tahun 2009. Pengurangan suplai produksi akan membuat emas semakin dilirik investor. Terakhir di penghujung tahun ini, selain memanasnya geopolitik kawasan Timur Tengah dan India, beredar isu pasar bahwa krisis finansial telah membuat tingkat produksi dari koin emas berkurang.
Harga emas global saat ini masih berpotensi menguat memasuki Januari di tahun yang baru, 2009. Level resistensi yang akan dituju adalah pada US$ 932 per troy ounce.
Emas menjadi bagian penting dalam sebuah portofolio investasi yang terdiversifikasi. Hal ini karena harga emas cenderung akan naik ketika nilai dari instrumen keuangan, seperti saham dan obligasi, turun.
Sementara itu, meskipun harga emas memiliki volatilitas yang tinggi pada jangka pendek, emas selalu berhasil mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu. Karena manfaatnya sebagai pelindung dari inflasi dan melemahnya mata uang utama, maka emas memang patut dipertimbangkan untuk dimiliki. [I4]
Dinar Dalam Pecahan Kecil, Mengapa Tidak…?

Melalui M-Dinar peminat-peminat Dinar dapat mulai memiliki account di M-Dinar walaupun dananya baru cukup untuk membeli ¼ Dinar sekalipun.
Alasan Fundamental Untuk Memilih Dinar…
1. Dinar emas adalah uang yang digunakan oleh Rasulullah SAW tidak hanya untuk jual beli, tetapi juga untuk penerapan syariah itu sendiri.
a. Nisab zakat yang diukur dengan 20 Dinar atau 200 Dirham.
b. Batasan Hukum potong tangan bagi pencuri batasannya adalah nisab pencuri ¼ Dinar.
c. Diyat atau uang darah [dibebaskan dari hukum qisas (dibunuh)] yang besarannya 1000 Dinar.
Lantas bagaimana kita bisa tahu seseorang menjadi wajib zakat atau malah sebaliknya berhak menerima zakat kalau ukurannya yang berupa Dinar atau Dirham saja kita tidak mengenalnya ?.
2. Fakta di dunia modern ini bahwa uang kertas tidak akan bertahan terlalu lama. Semua uang kertas yang ada di dunia modern ini, tidak ada satupun yang telah membuktikan dirinya bisa survive dalam seratus tahun saja. Bisa jadi nama uangnya masih ada, tetapi jelas daya belinya sangat jauh berbeda dalam rentang waktu tersebut.
Padahal disisi lain ada uang yang daya belinya terbukti tetap lebih dari 1400 tahun yaitu Dinar. Di jaman Rasulullah SAW 1 Dinar cukup untuk membeli kambing, saat inipun 1 Dinar bisa membeli kambing yang baik di Jakarta.
Grafik Harga Emas Harian - Mingguan - Bulanan -Tahunan
| Day : | -0.01% |
| Month : | 6.24% |
| YTD : | 28.53% |
| 52 W : | 53.28% |
| mm200 : | 976.15 |
| Trend Power : | |
| 37 | |
![]() | Interactive Chart |
Investasi Emas : Koin Dinar, Emas Lantakan Atau Emas Perhiasan ?
Default value (nilai) uang kertas, saham, Nah sekarang sama-sama investasi emas, mana yang kita pilih ? Koin Emas, Emas Lantakan atau Perhiasan ?
BACA SELENGKAPNYA...........
Senin, 05 Januari 2009
Pikat Kemilau Investasi Emas
5 Ways To Profit As Gold Soars To $1,500 In 2009
The recent slump in gold prices has puzzled many investors who considered the yellow metal a safe haven. But Mike Caggeso says the inflationary impact of the government’s $700 billion bailout program could send gold soaring towards $1,500 an ounce by the end of 2009. He recommends five ways to play this coming gold bull run.
This from Money Morning:
Gold hit two historic milestones in 2008.
First, in early March, the “yellow metal” hit its all-time high of $1,030 an ounce.
Just months later, the price of gold for December delivery had plummeted to $681 an ounce, a 21-month low and 33.9% drop from its record high.
Most gold bugs were equal parts puzzled and broken-hearted. The world’s stock markets tanked, as did some of its biggest economies. In such an environment, they thought, gold should have risen. After all, gold is widely considered to be a safe-haven investment when everything else is spiraling south.
However, Money Morning Contributing Editor Martin Hutchinson – an investment banker with more than 25 years’ experience on Wall Street and a leading expert on the international financial markets – understood perfectly what other investors did not.
“Gold is not a safe haven against recession,” said Hutchinson. “It’s a safe haven against inflation.” Selengkapnya..........
Bagaimana Kita Akan Membayar Biaya Kesehatan Kita Ketika Beranjak Tua…?
| Written by Muhaimin Iqbal |
| Wednesday, 24 December 2008 06:54 |
![]() Ketika ibu saya tiga tahun sakit di Jakarta, beliau memiliki 11 orang anak yang bisa bergantian merawat sekaligus membiayai seluruh biaya kesehatan dan rumah sakitnya. Mayoritas kita yang lahir belakangan mungkin tidak seberuntung ibu saya dengan sebelas anak, rata-rata kita punya dua tiga anak dan sedikit yang lebih dari itu. Meskipun anak-anak kita insyaallah menjadi anak-anak yang sholeh/sholehah yang ingin berbakti pada orang tuanya, tentu kita juga tidak ingin membebani mereka ketika kita beranjak tua. Lantas bagaimana kita akan membayar biaya kesehatan kita saat itu ?, padahal biaya kesehatan kita justru meningkat sangat tajam ketika usia kita memasuki usia pensiun. Perusahaan-perusahaan besar tempat kita berpuluh tahun bekerjapun akan berlepas diri dari membiayai kesehatan para pensiunannya, kalau toh mereka masih kontribusi biasanya sangat minim kontribusinya. Selengkapnya..... |
Mungkinkah Good Money Akan Kembali Menggantikan Bad Money…?
| Written by Muhaimin Iqbal |
| Friday, 19 December 2008 07:53 |
![]() Di akui atau tidak, pangkal dari segala persoalan yang membawa dunia dalam krisis yang belum jelas ujungnya kali ini adalah uang fiat (uang kertas) yang nilainya dipaksakan dari awang-awang. Karena pangkal dari permasalahannya ada di uang kertas ini, maka apapun solusi yang ditempuh oleh pemerintah-pemerintah dunia tidak akan dapat memberikan solusi yang tuntas – selagi pangkal masalah (uang kertas) tersebut di pertahankan. Bisa saja untuk sementara waktu penyakit kronis ini akan kelihatan sembuh, tetapi tidak lama kemudian akan kambuh lagi dan kambuh lagi. Lihat tulisan saya “ Belajar dari Rupiah…” untuk ini. |
| Selengkapnya........... |
Investasi Emas, Why Not?
Emas dari dulu memang menjadi fenomena yang menarik hati. Memang benar apa yang dilakukan para orang tua jaman dulu yang gemar membeli emas atau tanah dari pada barang lainnya. Karena mereka tahu bahwa harga emas bakal naek terus dari tahun ke tahun. Investasi emas untuk jangka panjang (long term) memang sangat menjanjikan disamping simple juga tidak terlalu membutuhkan keahlian khusus untuk menjalankannya. Sama halnya dengan investasi tanah. Kendalanya mungkin pada keamanan penyimpanan emas itu sendiri, apakah di simpan di rumah atau di bank (Safe Deposit Box Bank). Perjalanan harga emas dari tahun ke tahun sangat fantastis, tahun 1998 harga emas per gramnya mencapai Rp 25,000,-, tahun 2004 sudah mencapai Rp. 90,000,-, sedangkan sekarang harga per gramnya per tanggal 29 Mei 2008 sudah mencapai Rp. 279,000,-. Memang harga emas belakangan ini sempat naik turun akibat fluktuasi harga minyak dunia. Ya, setidaknya kita perlu jeli untuk memanfaatkan peluang berinvestasi emas mengingat kondisi tersebut.
Kenapa Emas?
TEORI INVESTASI
Jangan Taruh semua Telor dalam satu keranjang. Pastikan investasi anda berada dalam beberapa instrumen invesatsi anda selain tanah, saham, obligasi, dan emas tentunya.
SEJARAH BERKATA
Sejarah membuktikan emas tidak memiliki efek inflasi (ZERO INFLATION EFFECT) dan cendrung stabil dengan nilai yang riil.
TEORI KELANGKAAN (SCARCITY)
Di beberapa negara terjadi penurunan produksi emas, sehingga menimbulkan kelangkaan (scarcity) emas di masyarakat sedangkan permintaan terhadap emas meningkat. Hal ini bisa memicu kenaikan harga emas.
(Ditulis oleh : Gede Suarnaya, dari berbagai sumber)






















0 komentar:
Poskan Komentar