Written by Muhaimin Iqbal
Sunday, 08 February 2009 22:06
Akhir tahun lalu saya menyajikan prediksi harga emas yang dibuat oleh Citi Group, dan juga prediksi saya sendiri dua minggu kemudian.
Kali ini saya sajikan prediksi harga emas oleh Merill Lynch pemain utama dunia dibidang corporate finance dan investment banking. Merril Lynch memperkirakan bahwa dalam 12 -15 bulan kedepan harga emas dunia akan mencapai US$ 1,500,-/oz atau naik sekitar 67 % dari harga sekarang.
Estimasi Merrill Lynch yang tidak jauh dari estimasi saya ini didasari oleh ketakutan pasar akan terus menurunnya daya beli US Dollar – yang menurut mereka akan berujung pada kenyataan – bahwa daya beli US$ (dan juga mata uang kerttas lainnya) memang bener-bener menurun.
Masih menurut Merril Lynch kenaikan ini akan bertahap, dari harga sekarang dikisaran US$ 913/oz akan naik menjadi US$ 1,100/oz pada kwartal ini, kemudian menjadi US$ 1,150/oz kwartal depan dan akan terus beranjak mencapai US$ 1,500/oz kwartal pertama atau kedua tahun depan.
Yang menarik adalah, kenaikan harga emas kali ini terjadi ditengah menguatnya US$ terhadap berbagai mata uang kuat dunia. Artinya apa ini semua ?, bila dengan mata uang yang paling kuat di dunia saat ini saja (US$) harga emas terus menanjak – terhadap mata uang lain yang lebih lemah tentu harga emas lebih tinggi lagi kenaikanya.
Kita sudah saksikan di Indonesia, harga emas (dan tentu harga Dinar) mencapai titik tertinggi pekan lalu. Di belahan dunia lain-pun demikian. Terhadap mata uang kuat Inggris, harga emas juga mencapai titik tertingginya pekan lalu – lihat illustrasi pada grafik di atas. Grafik yang sama dengan grafik tersebut juga akan kita jumpai pada Euro, Swiss Franc dan Dollar Australlia.
Harga emas yang terus menguat terhadap seluruh mata uang kertas ini terus terang menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi saya; saya khawatir prediksi John Naisbitt bahwa orang akan meninggalkan mata uang nasional menuju mata uang privat (benda-benda riil yang memiliki nilai intrinsik) – terjadi lebih cepat dari yang diperkirakannya.
Bila hal ini terjadi lebih cepat, sedangkan tangan-tangan umat Islam belum banyak berbuat unttuk menyiapkan system pengganti dari systtem keuangan ribawi...maka bisa jadi belum terpenuhi syarat yang disebutkan disurat Al Hasyr ayat 2 : “...mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan.”
Artinya apa ? kalau tangan-tangan kita belum siap berbuat - bisa jadi system yang menggantikan uang kertas bukan system Dinar yang adil – tetapi entah system dhalim apa lagi yang akan muncul. Na'udzubillahi min dzalik.
Last Updated on Sunday, 08 February 2009 22:21
Copyright © 2009 Gerai Dinar. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
Dinar Dalam Pecahan Kecil, Mengapa Tidak…?

Melalui M-Dinar peminat-peminat Dinar dapat mulai memiliki account di M-Dinar walaupun dananya baru cukup untuk membeli ¼ Dinar sekalipun.
Alasan Fundamental Untuk Memilih Dinar…
1. Dinar emas adalah uang yang digunakan oleh Rasulullah SAW tidak hanya untuk jual beli, tetapi juga untuk penerapan syariah itu sendiri.
a. Nisab zakat yang diukur dengan 20 Dinar atau 200 Dirham.
b. Batasan Hukum potong tangan bagi pencuri batasannya adalah nisab pencuri ¼ Dinar.
c. Diyat atau uang darah [dibebaskan dari hukum qisas (dibunuh)] yang besarannya 1000 Dinar.
Lantas bagaimana kita bisa tahu seseorang menjadi wajib zakat atau malah sebaliknya berhak menerima zakat kalau ukurannya yang berupa Dinar atau Dirham saja kita tidak mengenalnya ?.
2. Fakta di dunia modern ini bahwa uang kertas tidak akan bertahan terlalu lama. Semua uang kertas yang ada di dunia modern ini, tidak ada satupun yang telah membuktikan dirinya bisa survive dalam seratus tahun saja. Bisa jadi nama uangnya masih ada, tetapi jelas daya belinya sangat jauh berbeda dalam rentang waktu tersebut.
Padahal disisi lain ada uang yang daya belinya terbukti tetap lebih dari 1400 tahun yaitu Dinar. Di jaman Rasulullah SAW 1 Dinar cukup untuk membeli kambing, saat inipun 1 Dinar bisa membeli kambing yang baik di Jakarta.
Grafik Harga Emas Harian - Mingguan - Bulanan -Tahunan
| Day : | -0.01% |
| Month : | 6.24% |
| YTD : | 28.53% |
| 52 W : | 53.28% |
| mm200 : | 976.15 |
| Trend Power : | |
| 37 | |
![]() | Interactive Chart |
Investasi Emas : Koin Dinar, Emas Lantakan Atau Emas Perhiasan ?
Default value (nilai) uang kertas, saham, Nah sekarang sama-sama investasi emas, mana yang kita pilih ? Koin Emas, Emas Lantakan atau Perhiasan ?
BACA SELENGKAPNYA...........
Senin, 09 Februari 2009
Harga Emas Yang Terus Menguat Terhadap Seluruh Mata Uang Kertas ...
5 Ways To Profit As Gold Soars To $1,500 In 2009
The recent slump in gold prices has puzzled many investors who considered the yellow metal a safe haven. But Mike Caggeso says the inflationary impact of the government’s $700 billion bailout program could send gold soaring towards $1,500 an ounce by the end of 2009. He recommends five ways to play this coming gold bull run.
This from Money Morning:
Gold hit two historic milestones in 2008.
First, in early March, the “yellow metal” hit its all-time high of $1,030 an ounce.
Just months later, the price of gold for December delivery had plummeted to $681 an ounce, a 21-month low and 33.9% drop from its record high.
Most gold bugs were equal parts puzzled and broken-hearted. The world’s stock markets tanked, as did some of its biggest economies. In such an environment, they thought, gold should have risen. After all, gold is widely considered to be a safe-haven investment when everything else is spiraling south.
However, Money Morning Contributing Editor Martin Hutchinson – an investment banker with more than 25 years’ experience on Wall Street and a leading expert on the international financial markets – understood perfectly what other investors did not.
“Gold is not a safe haven against recession,” said Hutchinson. “It’s a safe haven against inflation.” Selengkapnya..........
Bagaimana Kita Akan Membayar Biaya Kesehatan Kita Ketika Beranjak Tua…?
| Written by Muhaimin Iqbal |
| Wednesday, 24 December 2008 06:54 |
![]() Ketika ibu saya tiga tahun sakit di Jakarta, beliau memiliki 11 orang anak yang bisa bergantian merawat sekaligus membiayai seluruh biaya kesehatan dan rumah sakitnya. Mayoritas kita yang lahir belakangan mungkin tidak seberuntung ibu saya dengan sebelas anak, rata-rata kita punya dua tiga anak dan sedikit yang lebih dari itu. Meskipun anak-anak kita insyaallah menjadi anak-anak yang sholeh/sholehah yang ingin berbakti pada orang tuanya, tentu kita juga tidak ingin membebani mereka ketika kita beranjak tua. Lantas bagaimana kita akan membayar biaya kesehatan kita saat itu ?, padahal biaya kesehatan kita justru meningkat sangat tajam ketika usia kita memasuki usia pensiun. Perusahaan-perusahaan besar tempat kita berpuluh tahun bekerjapun akan berlepas diri dari membiayai kesehatan para pensiunannya, kalau toh mereka masih kontribusi biasanya sangat minim kontribusinya. Selengkapnya..... |
Mungkinkah Good Money Akan Kembali Menggantikan Bad Money…?
| Written by Muhaimin Iqbal |
| Friday, 19 December 2008 07:53 |
![]() Di akui atau tidak, pangkal dari segala persoalan yang membawa dunia dalam krisis yang belum jelas ujungnya kali ini adalah uang fiat (uang kertas) yang nilainya dipaksakan dari awang-awang. Karena pangkal dari permasalahannya ada di uang kertas ini, maka apapun solusi yang ditempuh oleh pemerintah-pemerintah dunia tidak akan dapat memberikan solusi yang tuntas – selagi pangkal masalah (uang kertas) tersebut di pertahankan. Bisa saja untuk sementara waktu penyakit kronis ini akan kelihatan sembuh, tetapi tidak lama kemudian akan kambuh lagi dan kambuh lagi. Lihat tulisan saya “ Belajar dari Rupiah…” untuk ini. |
| Selengkapnya........... |
Investasi Emas, Why Not?
Emas dari dulu memang menjadi fenomena yang menarik hati. Memang benar apa yang dilakukan para orang tua jaman dulu yang gemar membeli emas atau tanah dari pada barang lainnya. Karena mereka tahu bahwa harga emas bakal naek terus dari tahun ke tahun. Investasi emas untuk jangka panjang (long term) memang sangat menjanjikan disamping simple juga tidak terlalu membutuhkan keahlian khusus untuk menjalankannya. Sama halnya dengan investasi tanah. Kendalanya mungkin pada keamanan penyimpanan emas itu sendiri, apakah di simpan di rumah atau di bank (Safe Deposit Box Bank). Perjalanan harga emas dari tahun ke tahun sangat fantastis, tahun 1998 harga emas per gramnya mencapai Rp 25,000,-, tahun 2004 sudah mencapai Rp. 90,000,-, sedangkan sekarang harga per gramnya per tanggal 29 Mei 2008 sudah mencapai Rp. 279,000,-. Memang harga emas belakangan ini sempat naik turun akibat fluktuasi harga minyak dunia. Ya, setidaknya kita perlu jeli untuk memanfaatkan peluang berinvestasi emas mengingat kondisi tersebut.
Kenapa Emas?
TEORI INVESTASI
Jangan Taruh semua Telor dalam satu keranjang. Pastikan investasi anda berada dalam beberapa instrumen invesatsi anda selain tanah, saham, obligasi, dan emas tentunya.
SEJARAH BERKATA
Sejarah membuktikan emas tidak memiliki efek inflasi (ZERO INFLATION EFFECT) dan cendrung stabil dengan nilai yang riil.
TEORI KELANGKAAN (SCARCITY)
Di beberapa negara terjadi penurunan produksi emas, sehingga menimbulkan kelangkaan (scarcity) emas di masyarakat sedangkan permintaan terhadap emas meningkat. Hal ini bisa memicu kenaikan harga emas.
(Ditulis oleh : Gede Suarnaya, dari berbagai sumber)






















0 komentar:
Poskan Komentar