; ;

Grafik Pergerakan Nilai Tukar Dinar

Grafik Pergerakan Nilai Tukar Dinar
sumber: GERAI DINAR

Alasan Fundamental Untuk Memilih Dinar…

1. Dinar emas adalah uang yang digunakan oleh Rasulullah SAW tidak hanya untuk jual beli, tetapi juga untuk penerapan syariah itu sendiri.

a. Nisab zakat yang diukur dengan 20 Dinar atau 200 Dirham.

b. Batasan Hukum potong tangan bagi pencuri batasannya adalah nisab pencuri ¼ Dinar.

c. Diyat atau uang darah [dibebaskan dari hukum qisas (dibunuh)] yang besarannya 1000 Dinar.

Lantas bagaimana kita bisa tahu seseorang menjadi wajib zakat atau malah sebaliknya berhak menerima zakat kalau ukurannya yang berupa Dinar atau Dirham saja kita tidak mengenalnya ?.

2. Fakta di dunia modern ini bahwa uang kertas tidak akan bertahan terlalu lama. Semua uang kertas yang ada di dunia modern ini, tidak ada satupun yang telah membuktikan dirinya bisa survive dalam seratus tahun saja. Bisa jadi nama uangnya masih ada, tetapi jelas daya belinya sangat jauh berbeda dalam rentang waktu tersebut.

Padahal disisi lain ada uang yang daya belinya terbukti tetap lebih dari 1400 tahun yaitu Dinar. Di jaman Rasulullah SAW 1 Dinar cukup untuk membeli kambing, saat inipun 1 Dinar bisa membeli kambing yang baik di Jakarta.

Selengkapnya……..

Grafik Harga Emas Harian - Mingguan - Bulanan -Tahunan

Day :-0.01%
Month :6.24%
YTD :28.53%
52 W :53.28%
mm200 :976.15
Trend Power :
37
Interactive Chart

Investasi Emas : Koin Dinar, Emas Lantakan Atau Emas Perhiasan ?

Default value (nilai asal) dari investasi emas tinggi - otomatis nilai emas akan kembali ke nilai yang sesungguhnya – yang memang tinggi.

Default value (nilai) uang kertas, saham, surat berharga mendekati nol , karena kalau ada kegagalan dari pihak yang mengeluarkannya untuk menunaikan kewajibannya –uang kertas, saham dan surat berharga menjadi hanya senilai kayu bakar.

Nah sekarang sama-sama investasi emas, mana yang kita pilih ? Koin Emas, Emas Lantakan atau Perhiasan ?

BACA SELENGKAPNYA...........

Rabu, 11 Februari 2009

Monster Inflasi dan Monster Deflasi Versi European Central Bank…

Written by Muhaimin Iqbal
Wednesday, 11 February 2009 06:27
nflasi dan deflasi adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang hidup di era uang kertas ini. Kebanyakan kita merasakan bahwa inflasi (atau sangat jarang deflasi) itu bener-bener ada, tetapi tidak mudah memahami makhluk apa sih inflasi dan deflasi itu ?, bagaimana terbentuknya atau kapan lahirnya dlsb.

Nah untuk menjelaskan masalah inflasi dan deflasi ini secara menarik ke masyarakat, bahkan sejak mereka di bangku sekolah – European Central Bank (ECB) punya ide kreatif – yaitu membuat film animasi pendek sekitar 5 menit yang bercerita tentang dua monster yaitu Monster Inflasi dan Monster Deflasi. Kalau akses internet Anda cukup bagus, Anda bisa mengakses langsung dengan klik di link ini.


Tidak terbatas pada film animasi tersebut, ECB juga menyiapkan dokumen PDF untuk bisa di download para guru dan masyarakat untuk bahan ajar atau sosialisasi masyalah inflasi dan deflasi ini.

Sepintas film animasi ini nampak baik- baik saja dan cukup menarik untuk ditonton. Namun saya sendiri melihat film animasi tersebut merasa jadi bodoh, atau filmnya yang sengaja membodohkan penontonnya.

Di film animasi ini digambarkan ada dua orang pelajar yang sedang mendengarkan pelajaran tentang pengendalian harga dari gurunya, lalu ujug-ujug mereka berada didepan toko roti yang harga rotinya terus naik.

Ditengah kepanikan harga roti yang terus naik tersebut, datanglah si monster inflasi yang membagikan uang secara cuma-cuma. Semakin banyak uang dibagikan oleh si monster inflasi – semakin tinggi pula harga roti.

Akhir cerita bisa diduga bahwa si pembuat film-lah jagoannya. Maka ketika dua pelajar tersebut datang berkunjung ke kantor ECB; oleh manager Bank Central-nya Eropa tersebut dijelaskan bahwa ECB bertugas menjaga stabilitas harga –harga.

Menurut sang manager, masyarakat yang terwakili oleh dua pelajar tersebut tidak lagi perlu kawatir - karena si Monster Inflasi dan Monster Deflasi keduanya telah ditangkap oleh ECB. Keduanya dikecilkan dan dimasukkan ke stoples…mirip kisah pemburu hantu di televisi kita .

Mengapa saya merasa jadi bodoh nonton animasi ini ?. Karena ECB hanya bercerita dari satu sisi yang mentokohkan dirinya menjadi pahlawan penakluk Monster Inflasi dan Monster Deflasi.

Mereka tidak bercerita terus terang ke masyarakat siapakah Monster Inflasi dan Monster Deflasi tersebut sebenarnya ?. Siapa yang bisa mencetak uang dan meningkatkan supply uang secara berlebihan ke masyarakat ?, Atau menurunkannya dengan mengendalikan suku bunga perbankan ? Bukankan ini ECB juga yang melakukannya ?.

Atau dengan kata lain, kalau ECB jujur bukankah sebenarnya tokoh pahlawan dan tokoh monster-monster tersebut makhluknya adalah sama yaitu ya ECB-ECB juga ?.

Kalau menurut George Cooper penulis buku terkenal “The Origin of Financial Crises” (Vintage Book, New York, Dec 2008), tokoh Monster tersebut bukan ECB sendiri – tetapi sepupunya ECB ! – yaitu pemerintah-pemerintah yang punya andil dalam ECB. Argumen dia adalah, bukan ECB yang mencetak uang – tetapi pemerintahnya-lah yang mencetak uang terus menerus sehingga menggelembungkan inflasi- kemudian pemerintahan yang sama minta ECB mengendalikan inflasi yang diciptakannya ini.

Menurut Cooper lebih lanjut, bahkan monster-monster ini punya tanggal lahir yaitu 15 Agustus 1971 – ketika presiden Nixon mengumumkan berakhirnya era cadangan emas untuk setiap pencetakan uang kertas – dan mulainya era uang fiat murni. Dalam rezim uang fiat murni yang dianut di seluruh dunia saat ini, pemerintah bisa mencetak uang kertas berapa saja tanpa harus memikirkan cadangan emas yang mereka miliki. Di era uang fiat murni inilah – monster-monster inflasi meraja lela di seluruh dunia.

Apa yang dilakukan ECB sebenarnya baik dengan berusaha menjelaskannya secara mudah ke masyarakat; yang kurang tinggal kejujurannya dalam menceritakan hal yang menjadi hajat hidup orang banyak ini. Wallhu A’lam.
Last Updated on Wednesday, 11 February 2009 06:47

Copyright © 2009 Gerai Dinar. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.

0 komentar:

5 Ways To Profit As Gold Soars To $1,500 In 2009

Nov 17th, 2008 | By Mike Caggeso | Category: Gold Market

The recent slump in gold prices has puzzled many investors who considered the yellow metal a safe haven. But Mike Caggeso says the inflationary impact of the government’s $700 billion bailout program could send gold soaring towards $1,500 an ounce by the end of 2009. He recommends five ways to play this coming gold bull run.
This from Money Morning:

Gold hit two historic milestones in 2008.

First, in early March, the “yellow metal” hit its all-time high of $1,030 an ounce.

Just months later, the price of gold for December delivery had plummeted to $681 an ounce, a 21-month low and 33.9% drop from its record high.

Most gold bugs were equal parts puzzled and broken-hearted. The world’s stock markets tanked, as did some of its biggest economies. In such an environment, they thought, gold should have risen. After all, gold is widely considered to be a safe-haven investment when everything else is spiraling south.

However, Money Morning Contributing Editor Martin Hutchinson – an investment banker with more than 25 years’ experience on Wall Street and a leading expert on the international financial markets – understood perfectly what other investors did not.

“Gold is not a safe haven against recession,” said Hutchinson. “It’s a safe haven against inflation.” Selengkapnya..........

Bagaimana Kita Akan Membayar Biaya Kesehatan Kita Ketika Beranjak Tua…?

Written by Muhaimin Iqbal
Wednesday, 24 December 2008 06:54
Health

Ketika ibu saya tiga tahun sakit di Jakarta, beliau memiliki 11 orang anak yang bisa bergantian merawat sekaligus membiayai seluruh biaya kesehatan dan rumah sakitnya.

Mayoritas kita yang lahir belakangan mungkin tidak seberuntung ibu saya dengan sebelas anak, rata-rata kita punya dua tiga anak dan sedikit yang lebih dari itu. Meskipun anak-anak kita insyaallah menjadi anak-anak yang sholeh/sholehah yang ingin berbakti pada orang tuanya, tentu kita juga tidak ingin membebani mereka ketika kita beranjak tua.

Lantas bagaimana kita akan membayar biaya kesehatan kita saat itu ?, padahal biaya kesehatan kita justru meningkat sangat tajam ketika usia kita memasuki usia pensiun.

Perusahaan-perusahaan besar tempat kita berpuluh tahun bekerjapun akan berlepas diri dari membiayai kesehatan para pensiunannya, kalau toh mereka masih kontribusi biasanya sangat minim kontribusinya. Selengkapnya.....


Mungkinkah Good Money Akan Kembali Menggantikan Bad Money…?

Written by Muhaimin Iqbal
Friday, 19 December 2008 07:53
qns

Di akui atau tidak, pangkal dari segala persoalan yang membawa dunia dalam krisis yang belum jelas ujungnya kali ini adalah uang fiat (uang kertas) yang nilainya dipaksakan dari awang-awang.

Karena pangkal dari permasalahannya ada di uang kertas ini, maka apapun solusi yang ditempuh oleh pemerintah-pemerintah dunia tidak akan dapat memberikan solusi yang tuntas – selagi pangkal masalah (uang kertas) tersebut di pertahankan.

Bisa saja untuk sementara waktu penyakit kronis ini akan kelihatan sembuh, tetapi tidak lama kemudian akan kambuh lagi dan kambuh lagi. Lihat tulisan saya “ Belajar dari Rupiah…” untuk ini.

Selengkapnya...........

Investasi Emas, Why Not?

Thursday, May 29th, 2008

Emas dari dulu memang menjadi fenomena yang menarik hati. Memang benar apa yang dilakukan para orang tua jaman dulu yang gemar membeli emas atau tanah dari pada barang lainnya. Karena mereka tahu bahwa harga emas bakal naek terus dari tahun ke tahun. Investasi emas untuk jangka panjang (long term) memang sangat menjanjikan disamping simple juga tidak terlalu membutuhkan keahlian khusus untuk menjalankannya. Sama halnya dengan investasi tanah. Kendalanya mungkin pada keamanan penyimpanan emas itu sendiri, apakah di simpan di rumah atau di bank (Safe Deposit Box Bank). Perjalanan harga emas dari tahun ke tahun sangat fantastis, tahun 1998 harga emas per gramnya mencapai Rp 25,000,-, tahun 2004 sudah mencapai Rp. 90,000,-, sedangkan sekarang harga per gramnya per tanggal 29 Mei 2008 sudah mencapai Rp. 279,000,-. Memang harga emas belakangan ini sempat naik turun akibat fluktuasi harga minyak dunia. Ya, setidaknya kita perlu jeli untuk memanfaatkan peluang berinvestasi emas mengingat kondisi tersebut.

Kenapa Emas?

TEORI INVESTASI

Jangan Taruh semua Telor dalam satu keranjang. Pastikan investasi anda berada dalam beberapa instrumen invesatsi anda selain tanah, saham, obligasi, dan emas tentunya.

SEJARAH BERKATA

Sejarah membuktikan emas tidak memiliki efek inflasi (ZERO INFLATION EFFECT) dan cendrung stabil dengan nilai yang riil.

TEORI KELANGKAAN (SCARCITY)

Di beberapa negara terjadi penurunan produksi emas, sehingga menimbulkan kelangkaan (scarcity) emas di masyarakat sedangkan permintaan terhadap emas meningkat. Hal ini bisa memicu kenaikan harga emas.

(Ditulis oleh : Gede Suarnaya, dari berbagai sumber)